Laman

Kamis, 02 Februari 2012

==Berikut ucapan pak Mario Teguh (MT) ===

Banyak orang yang menyangka saya non muslim. Padahal ibu sayaManado yang bapaknya NU,ayah saya Jawa yang bapaknya Muhammadiyah. Jadi saya ini , yaa…memang setengah-setengah! *audience ketawa*

Kesimpulan, dari lahir saya sudah Islam, dan jujur saja, sewaktu mahasiswa saya tekun mempelajari semua agama. Lho iya …soalnya saya sempat “class” sama seorang ustad waktu remaja. Bagaimana ceritanya? Begini, saya kan waktu remaja itu bandel, ya bandel seperti anak-anak sekarang lah. Suatu hari, dalam sholat Jumat , ada ustad yang mengatakan : “Kalau berbuat hal itu (mungkin maksudnya tidak teratur sholat), semua amalannya tidak mungkin diterima!”

Minggu, 01 Januari 2012

_Burung Dengan Sebelah Sayap_

Ada seseorang yang selalu kerja berpindah-pindah perusahaan, dengan alasan tidak cocok.
Ada juga seseorang yang berganti-ganti kekasih untuk mencari kecocokan..

Kesimpulannya, Kita selalu memilih sesuatu yang cocok dengan kita, dan jika kita tau bahwa sesuatu itu tidak cocok dengan kita, kita tinggalkan itu semua...( dalam bidang apapun)

Seharusnya manusia bisa menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan.
Kita selalu berfikir kita seperti burung dengan sayap yang lengkap, bisa terbang bebas tanpa bantuan orang lain.
Padahal kita sama seperti burung dengan sebelah sayap, yang akan berhasil jika kita berpelukkan terbang bersama mencapai tujuan yang kita ingin tetapkan bersama..

Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna. Kita selalu lebih disini dan kurang disitu dan sebaliknya .
Kesombonngan atau keyakinan berlebihan yang menganggap kita sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan menbuat kita bernasib sama dengan burung dengan sayap sebelah. Namun, memaksakan diri untuk terbang.

Sepintar dan sehebat apapun kita, tetap kita hanya memiliki sebelah sayap.
Mau belajar, berjuang, berdoapun dan sebesar apapun usaha kita, semua akan diakhiri dengan jumlah sayap yang sebelah...
Maka dari itu, hiduplah dengan seseorang yang tidak sempurna tapi cintailah orang tersebut dengan cinta yang sempurna..

Dan berpelukkanlah....
Menyatu sayap yang hanya sebelah menjadi sayap yang lenngkap dan indah yang dapat terbang bebas bersama orang  yang kita percaya untuk dapat terbang bersama menuju langit yang biru..

Selasa, 27 Desember 2011

Hukum Mengucapkan dan Menjawab Selamat Natal

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Nuansa Natal di negeri yang mayoritas muslim ini sudah sangat terasa kemeriahannya. Mall-mall dan pusat perbelanjaan menggelar event-event bertemakan natal. Semua itu untuk memeriahkan hari crismash yang diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al Masih atau Jesus yang diklaim sebagai tuhan atau anak Tuhan.
Dalam akidah Islam Isa putera Maryam adalah Nabi dan Rasul Allah Ta’ala. Dia bukan anak Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. Bahkan Allah Ta’ala telah membantah di banyak ayat-Nya bahwa Dia menjadikan Isa sebagai putera-Nya,
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا
“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.” (QS. al-Jin: 3)

Sabtu, 17 Desember 2011

*Surat dari Masa Depan*

Kepada
Yth
Manusia
Di
Tahun 2011
Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah,dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.

_Wanita Sebenarnya...!_

Wanita, mendengar kata ini pasti kita ingat tentang sosok yang telah melahirkan kita ke dunia ini, yaitu Ibu. Setiap wanita akan menjadi calon ibu. Wanita itu begitu dihormati, dicintai dan disayangi. Wanita itu tercipta dari tulang rusuk laki-laki, makanya wanita harus selalu dilindungi dan dijaga, bukan dilecehkan!!.
"Satu wanita sholehah lebih baik dari 70 orang wali, satu wanita sholehah lebih baik dari 50 laki-laki sholeh" *kutipan dialog sinetron "kupinang kau dengan bismillah"*. Ternyata betapa istimewanya menjadi seorang wanita. Saking istimewanya "surga itu ada ditelapak kaki ibu", Ibu pasti seorang wanita tidak mungkin laki-laki.
Ada 16 hadits Rasululloh SAW tentang wanita, salah satunya "Do'a perempuan lebih makbul dari do'a laki-laki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasululloh SAW akan hal tersebut, jawab Baginda Rasullullah SAW : "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan do'a orang yang penyayang tidak akan sia-sia". Pantas saja ada kisah malin kundang yang durhaka kepada ibunya, ternyata do'a seorang ibu itu lebih manjur. Jarang sekali saya mendengar cerita durhaka terhadap bapa dikutuk jadi batu, kebanyakan adalah durhaka terhadap ibu.

Sabtu, 10 Desember 2011

Garam dan Telaga


Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?".
"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.
 "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Malaikat Pelindung

Suatu ketika, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada Tuhan. "Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi.
Tapi, aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana?".
Tuhanpun menjawab. "Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu."
Si kecil bertanya lagi, 'Tapi. disini, di surga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.
Tuhanpun menjawab, 'Tak apa. malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan dia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia." Namun si kecil bertanya lagi,
"Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?
Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu itu. akan membisikkanmu kata-kata
yang paling indah, dia akan selalu sabar ada disampingmu. dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia."
Si kecil bertanya lagi, "Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara padamu, ya Tuhan?"
Tuhanpun kembali menjawab, "Malaikatmu itu, akan membimbingmu. Dia
akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu untuk berdoa."
Lagi-lagi, si kecil menyelidik. "Namun, aku mendengar, disana, ada banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?
Tuhanpun menjawab. 'Tenang, malaikatmu, akan terus melindungimu,walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia, sering akan melupakan kepentinganya sendiri untuk keselamatanmu."
Namun, si kecil kini malah sedih, "Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihat-Mu lagi.
Tuhan menjawab lagi, "Malaikatmu, akan selalu mengajarkamu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat pada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada disisimu."
Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.
"Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku...."
Tuhanpun kembali menjawab. "Nama malaikatmu tak begitu penting. 
Kamu akan memanggilnya dengan sebutan: Ibu..."